Sosialisasi Pencegahan Pinjaman Online dan Judi Online di Lingkungan Masyarakat

Bangun Generasi Cerdas Digital, PEMA Hadirkan Edukasi Literasi Keuangan bagi Siswa MTs di Desa Timbang Lawan

Timbang Lawan, Langkat — Upaya membangun generasi muda yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital diwujudkan melalui Program Kerja Sosial PEMA Desa Timbang Lawan. Kegiatan ini diisi dengan sosialisasi pencegahan pinjaman online dan judi online kepada siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang berada di Dusun I, Desa Timbang Lawan, Kabupaten Langkat.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah edukatif untuk meningkatkan kesadaran pelajar mengenai risiko penggunaan layanan keuangan digital yang tidak bijak serta bahaya judi online yang semakin perlu diwaspadai di era perkembangan teknologi. Melalui penyampaian materi yang mudah dipahami, para siswa diajak untuk mengenali berbagai bentuk risiko digital dan memahami pentingnya menjaga diri dari aktivitas yang dapat merugikan masa depan.

Dalam sosialisasi tersebut, siswa-siswi diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali legalitas layanan pinjaman online, tidak mudah tergiur tawaran uang instan, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta menghindari praktik judi online yang menjanjikan keuntungan tanpa dasar yang jelas. Edukasi ini juga menekankan pentingnya berpikir kritis sebelum mengakses tautan, aplikasi, maupun tawaran yang beredar melalui media sosial.

Melalui pendekatan edukatif, kegiatan ini diharapkan dapat membekali para pelajar dengan pengetahuan awal agar lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi digital. Para siswa juga didorong untuk membangun kebiasaan positif, memanfaatkan internet untuk kegiatan belajar, mengembangkan kreativitas, dan mencari informasi yang bermanfaat bagi masa depan mereka.

Program Kerja Sosial PEMA Desa Timbang Lawan ini menunjukkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menyebarkan edukasi dan membangun kepedulian sosial di lingkungan masyarakat. Sosialisasi di lingkungan sekolah menjadi salah satu langkah preventif untuk memperkuat literasi digital sejak dini, sehingga pelajar tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami risiko dan tanggung jawab yang menyertainya.